Debut Bersejarah di Piala Dunia 2026, Cape Verde Ternyata Menyimpan Keindahan yang Belum Banyak Diketahui
Last updated: 6 Jul 2026
34 Views

Debut Bersejarah di Piala Dunia 2026 membuat nama Cape Verde mulai mencuri perhatian dunia. Namun, di balik pencapaiannya di sepak bola, negara kepulauan yang terletak di lepas pantai barat Afrika ini, ternyata menyimpan beragam destinasi wisata yang masih jarang diketahui wisatawan. Terdiri atas sembilan pulau berpenghuni dan satu pulau tak berpenghuni di Samudra Atlantik, Cape Verde menawarkan pesona wisata sepanjang tahun. Pada periode oktober hingga juli merupakan waktu terbaik bagi pencinta selancar dan kitesurfing, karena angin, suhu, serta ombak yang konsisten menjadikan kawasan ini arena ideal untuk olahraga air kelas dunia.

Photo by Marian Florinel Condruz
Rabil merupakan salah satu permukiman tertua di Pulau Boa Vista, Cape Verde, yang dikenal dengan suasana tenang dan rumah-rumah tradisional yang masih terjaga keasliannya. Kawasan ini juga menjadi pintu masuk menuju Gurun Viana (Viana Desert), hamparan bukit pasir yang terbentuk dari butiran halus yang terbawa angin Atlantik dari Gurun Sahara. Selain pesona alamnya, Rabil terkenal sebagai pusat kerajinan tangan, dengan berbagai bengkel yang memproduksi tembikar dan suvenir khas Cape Verde.

Photo by Petr Ganaj & Rob Mowe
Pulau Sal merupakan destinasi wisata paling populer di Cape Verde dan berfungsi sebagai pusat resort, olahraga air, serta kehidupan malam di negara tersebut. Pulau ini memiliki infrastruktur pariwisata yang paling lengkap di Cape Verde, sehingga menjadi tujuan utama bagi wisatawan internasional. Kota Santa Maria di bagian selatan menjadi kawasan wisata utama dengan deretan hotel, restoran, serta pantai yang ideal untuk berenang, snorkeling, diving, hingga kitesurfing. Berkat angin stabil yang hampir sepanjang tahun, Sal juga tercatat sebagai salah satu destinasi unggulan bagi peselancar angin dunia.

Photo by Anastasia Haritonov & Sandro Lopes Art
Paul merupakan daerah yang dipenuhi pegunungan hijau, dengan Lembah Paul sebagai salah satu lembah paling subur di Cape Verde sekaligus lokasi trekking terbaik di Afrika. Jalur pendakian di kawasan ini melewati desa-desa kecil, dan terasering pertanian. Sementara itu, Santiago sebagai pulau terbesar dan paling padat penduduk di Cape Verde memiliki nilai sejarah penting karena menjadi pulau pertama yang dihuni setelah penemuan kepulauan ini oleh Portugis pada abad ke-15. Pulau ini juga menawarkan daya tarik wisata seperti Pantai Tarrafal yang terkenal dengan pasir putih dan air laut jernih, serta berbagai festival musik yang mencerminkan budaya khas Cape Verde. Top of FormBottom of Form.


Photo by Nico Marin
Espargos menawarkan suasana kota lokal dengan restoran, pasar tradisional, dan mural seni jalanan. Memiliki pemandangan lanskap vulkanik khas Cape Verde.
Related Content

Akmal Maulana Purwanto

