Skip Destinasi yang Overcrowded, Ini dia 5 Destination Dupes 2026 Terbaik 2026

Destinasi populer selalu menarik perhatian, tetapi jumlah wisatawan yang berlebihan memicu fenomena overtourism. Kondisi ini berdampak pada lingkungan, masyarakat lokal, hingga kualitas pengalaman berwisata. Kesadaran akan pariwisata berkelanjutan mendorong tren perjalanan bergeser. Banyak wisatawan kini memilih Destination Dupes, yaitu destinasi alternatif dengan suasana lebih tenang dan autentik. Berikut lima Destination Dupes terbaik yang bisa jadi inspirasi liburanmu.
1. Taipei, Taiwan sebagai alternatif Seoul, Korea Selatan
Taipei menawarkan perpaduan antara budaya tradisional dan modern yang tak kalah menarik dari Seoul. Kota ini dikenal dengan pasar malam yang ramai, kuliner kaki lima, kuil bersejarah, hingga gedung pencakar langit ikonik seperti Taipei 101.
Photo by Miles Rothoerl
2. Paros, Yunani sebagai alternatif Santorini
Santorini identik dengan keramaian wisatawan, sedangkan Paros menghadirkan suasana Kepulauan Cyclades yang lebih santai. Desa-desa bercat putih, pantai berair jernih, serta gang-gang kecil yang dipenuhi cafe membuat Paros menawarkan pesona khas Yunani tanpa kepadatan wisatawan.
Photo by Annelies Art
3. Kotor, Montenegro sebagai alternatif Dubrovnik, Kroasia
Terletak di tepi Teluk Kotor yang dikelilingi pegunungan, Kotor menawarkan suasana kota tua bersejarah, jalan-jalan berbatu, serta panorama laut Adriatik yang memukau.
Photo by Yaşar Başkurt
4. Perth, Australia sebagai alternatif Sydney
Bagi wisatawan yang ingin menikmati Australia dengan suasana lebih tenang, Perth menjadi pilihan menarik. Kota ini menawarkan garis pantai yang indah, taman kota yang luas, hingga akses menuju Rottnest Island yang terkenal dengan quokka.
Photo by José Barbosa
5. Palermo, Sisilia sebagai alternatif Lisbon
Palermo menghadirkan perpaduan sejarah, arsitektur klasik, hingga kekayaan kuliner Mediterania yang mampu memberikan pengalaman berbeda dibandingkan destinasi populer lainnya di Eropa Selatan.
Photo by José Barbosa
Destination Dupes mendukung responsible tourism dengan mengurangi tekanan pada destinasi yang mengalami overtourism. Wisatawan tetap bisa menikmati pengalaman serupa tanpa berdesakan. Fenomena ini sejalan dengan tren Anti-Tourism Travel dalam laporan industri pariwisata global. Kini banyak wisatawan tertarik mengunjungi secondary destinations atau menikmati quietcation.

Akmal Maulana Purwanto

